Scrapbook : Romantisme Ala Ibu dan Anak

ibu dan anak

Gambar disini

Pernah dengar kata Scrapbook? Atau salah satu dari kalian sudah pernah membuatnya? Baik, begini kata Kompas.com mengenai hal tersebut.

KOMPAS.com – Dari asal katanya, scrap artinya barang sisa. Namun hobi membuat scrapbook tak sekadar kegiatan menempel dari barang sisa. Definisi scrapbook merupakan seni menempel foto di media kertas, dan menghiasnya menjadi karya kreatif.

Menyadur dari definisi diatas seketika tebersit dalam benak saya ingin memberikan hal berbeda untuk si buah hati. Di jaman milenial ini, mungkin para orangtua lebih banyak mengabadikan moment bersama anak mereka melaui jepretan kamera, lalu menyimpannya dalam folder pribadinya, atau paling tidak menyatukannya dalam satu akun platform yang bisa diakses kapanpun saja. Simpel sih memang cara ini, tapi saya ingin berbeda. Karena dia istimewa, maka saya ingin memberikannya sesuatu yang istimewa pula dalam kapasitas kemampuan saya.

Selain itu, saya pernah membaca sebuah buku yang mendorong saya untuk segera merealisasikan impian tersebut. Buku karya Andita A Aryoko bersama kawan-kawan Alumni Institut Ibu Profesional ini menceritakan tentang 90 hari perjalanan mereka dalam menemukan bakat anak melalui teknik Engage-Observe-Watch Listen-Write. Sejatinya akan banyak moment “AHA” yang kita temukan dalam diri anak jika kita mau melihatnya lebih dalam lagi.

37690743_235512010502552_6802025606021120000_n

Kenapa Harus Memilih Scrapbook ?

Sejujurnya, saya tipe orang yang melankolis. Sehingga sekecil apapun kenangan itu akan sangat berarti untuk saya, Tak hanya sebuah foto yang diabadikan, benda terkecil pun akan menjadi sebuah harta yang berharga untuk dikenang. Tiket perjalanan kereta api pertama kali, tiket liburan ke salah satu tempat wisata, hasil gambaran si kecil, dan lain sebagainya. Ya, sesederhana itu sih. Tapi hal-hal yang kecil nan sepele terkadang bisa membuat kebahagiaan yang hilang kembali lagi.

Terbukti, ketika emosi sedang memuncak dan kewarasan diri sebagai seorang Emak mulai terusik, disanalah fungsi Scrapbook bagi saya pribadi. Saya kembali membuka lembar demi lembar kenangan bersama si kecil. Bahwa ada bahagia yang pernah hadir diantara kami, jangan sampai kebahagiaan itu harus lekang oleh kemarahan atau kejengkelan dalam sekejap mata.

Apakah tidak ribet ?

Nah, disanalah seninya. Ada tantangan tersendiri saat saya harus berkutat dengan buku, lembaran kertas bahkan sticker atau pulpen warna-warni. Belum pula saat ide tak kunjung datang, harus mau scroll up ke beberapa akun di instagram atau google untuk menumbuhkan kembali ide baru yang harus dituang kedalamnya.

Bukankah segala sesuatu yang indah itu butuh perjuangan ? Begitulah kiranya yang saya inginkan. Biarkan kelak si kecil tahu, bahwa ada cinta luar biasa yang senantiasa membersamai tumbuh kembangnya setiap waktu. Di saat yang lain memberikan warisan berupa harta, biarkan kenangan ini menjadi warisan terindah dalam seri kehidupan masa tuanya nanti.

Isi Scrapbooknya Apa Saja? Dan Kapan (sempat) Membuatnya ?

Pertanyaan ini seringkali hadir dari beberapa teman yang mengenal hobby saya satu ini. Sempat bingung juga ditanya kapan sempatnya. Bagi saya, bukan lagi harus menunggu kesempatan, bukan juga menunggu waktu luang, tapi luangkanlah waktu untuk hal yang benar-benar kita inginkan. Tiadalah arti sebuah keinginan tanpa effort lebih yang mau kita kerahkan untuk hal tersebut.

Mengenai isinya saya akan menjawab : BEBAS. Apapun itu yang menurut kalian sungguh berarti dan berharga untuk diabaikan begitu saja, tulis saja di dalamnya. Sekecil dan sebesar apapun itu. Kalau saya pribadi lebih banyak mengenang moment, kemajuan dari tumbuh kembangnya setiap bertambahnya usia, tantangan dan target yang akan kami lakukan bersama, hal-hal yang harus saya evaluasi dari dirinya setiap waktu, dan lain sebagainya.

Dan tentang waktu, saya meluangkan waktu di malam hari sebelum tidur untuk membuatnya. Biasanya saya sudah menyiapkan ide dari kapan hari. Ide ini berisi tentang tema yang hendak saya terapkan ke dalam pembuatannya. Sehingga saat materinya sudah siap tak lagi membutuhkan waktu yang lama untuk memprosesnya.

WhatsApp Image 2019-03-08 at 07.35.00

Ini tantangan Ula ( anak saya ) di usianya yang sudah genap 2 tahun

WhatsApp Image 2019-03-08 at 07.35.43 (1)

Nah ini adalah pencapaiannya di usia 22 bulan

WhatsApp Image 2019-03-08 at 07.35.43

Foto sesederhana itu, tapi lucu untuk dikenang. Ya saya jepret dan abadikan hehe..

Itu beberapa contoh hasil Scrapbook saya, mungkin tak seindah yang lain, namun saya yakin Ula tetap akan bahagia menerimanya kelak. Karena segala sesuatu yang keluar dari hati maka sampainya akan ke hati pula. 

Doakan istiqomah ya ..
InsyaAllah buku ini akan saya jadikan kado di hari pernikahannya nanti ❤

Salam,

-Vinda Nafila-

6 thoughts on “Scrapbook : Romantisme Ala Ibu dan Anak

  1. Masya Allah. Inspiratif mbak 💜. Boleh nyontek kan ya? Saya sebenarnya udh bikin blog privat catatan tentang anak2 saya. Tp kayaknya dg tulis tangan lebih berkesan deh

    Suka

    • Boleh mbak 🤩 boleh sekalii..
      Hayuk sama sama bikin ‘warisan terindah’ untuk anak anak kelak.

      Mungkin di jamannya nanti, tulisan macem ini sudah semakin langka yah.

      Maka dari itu berasa semakin berkesan 🤗

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s