Day 3 : Dipilihnya ‘ayyamina’ sebagai nama blog

WhatsApp Image 2018-11-22 at 20.45.50Menulis adalah sebuah realitas konkrit dalam kehidupan yang tidak banyak orang menyadarinya. Meski sesungguhnya, hampir setiap saat, setiap detik ada begitu banyak tulisan tercipta, tertuang di berbagai media dan medan yang ada. Dengan begitu banyaknya tulisan tercipta, itu pertanda bahwa aktivitas menulis disini sama pentingnya dengan aktivitas kita menghirup udara segar, atau saat bernafas.

Namun dengan sekian banyak tulisan yang ada, mulai dari tulisan di status sosial media, bahkan hingga tulisan pada catatan belanja, semua menjadi suatu hal yang terkadang dirasa kurang begitu berarti dan kita acuhkan begitu saja setelah tulisan itu terlahir dari sebuah rahim pemikiran.

Dengan pola berpikir yang demikian, saya bersama Ummu Maula berinisiatif untuk menggeneralisir keresahan itu. Sebab saya curiga, katanya generasi di negeri ini kurang begitu gemar membaca, dan jangan-jangan hal tersebut disebabkan kurang adanya kepedulian mereka terhadap keberadaan dari sebuah tulisan itu sendiri.

Dan saya jadi berpikir, ibarat tulisan itu menjadi makhluk yang bisa berinteraksi dengan kita, betapa sedihnya ia. Ada di negeri ini yang begitu sering diacuhkan, dicuekin dan sangat jarang kita sapa, apalagi mengajaknya ngobrol. Aduh, bisa bayangin tidak?

Ah, sudahah. Kita tidak perlu terlalu jauh meratapi nasih si tulisan.

Namun yang menarik disini, di blog yang teman-teman baca ini adalah kehadiran dari nama ayyamina. Perlu diketahui bahwa blog ini adalah wadah, sebuah bilik untuk tulisan-tulisan yang terlahir dari buah pikiran dua manusia, saya bersama Ummu Maula. Serta, menjadi sebuah perjuangan keras bagi kami untuk menghadirkannya.

Pasalnya, ada sekian hal perbedaan dari cara saya dan Ummu Maula saat menyikapi suatu hal. Hampir setiap hal dalam kehidupan kita selalu bertolak belakang, maka menjadi tantangan tersendiri saat kita memiliki inisiatif untuk memiliki blog bersama, yakni memberi nama blog itu sendiri.

Ada banyak nama sesungguhnya telah kita kandidatkan, hanya saja dari sekian nama yang saya tawarkan kata Ummu Maula terlalu kaku, terlalu berat dan formal. Demikian nama yang Ummu Maula tawarkan, saya merasa terlalu feminis, melankolis serta terkesan mendayu-dayu.

Akhirnya kita berpikir untuk mencari nama yang sederhana, simple dan universal. Dan terpilihlah nama ayyamina, berasal dari bahasa arab yang bermakna ‘hari-hari kita’.

Selain universal, simple dan sederhana. Nama tersebut juga merefleksikan dari bentuk perhatian kami terhadap keresahan yang telah disampaikan diatas. Berharap, hadirnya ayyamina.com ini juga  menjadi terapi bagi saya bersama Ummu Maula, untuk lebih respek, peduli dan gemar membaca. Bersyukur juga apabila ada suatu hal yang bernilai positif dan bisa memberi manfaat bagi teman-teman semua.

Aamiin, aamiin, biridhollah..

Salam literasi..
Djie.

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s