Ada Aqua?

Aqua_logo_2013.svg.png

Pada tahun 2014-2015 Aqua mengadakan kampanye iklan Ada Aqua?

Namun tenang dulu, disini saya tidak ingin berkampanye, apalagi beriklan. Saya hanya ingin memberikan pandangan sederhana dari apa yang saya pahami, dan tolong berikan koreksi apabila ada yang kurang tepat telah saya sampaikan.

Sebelumnya, saya ingin bercerita bahwa beberapa saat terakhir ini saya hampir setiap hari mengkonsumsi air mineral dengan merk Aqua, santai dulu teman-teman, saya tidak ingin mengajak anda juga mengkonsumsinya. Sekali lagi saya hanya ingin bercerita.

Kenapa saya konsumsi Aqua untuk kebutuhan minum saya sehari-hari?

Karena saya mengalami sakit pinggang, yang diprediksi mungkin saya ada gejala batu ginjal. Pada suatu saat, ayah mertua saya menyarankan minumnya air mineral Aqua yang 1,5 liter. Jangan yang 600 ml, jangan yang gelasan apalagi yang galonan.

Sebab katanya, Aqua yang asli itu yang 1,5 liter. Bukan berarti yang selain kemasan 1,5 liter tidak asli ya, cuma setelah saya perhatikan pada kemasan ternyata berbeda-beda tempat produksinya. Untuk yang kemasan 1,5 liter ini diproduksi oleh PT. Tirta Investama, Klaten, Jawa Tengah. Sedangkan untuk kemasan gelasan 240 ml ada yang diproduksi di Pandaan, Jawa Timur.

Mungkin ada perbedaan kandungan air yang dipengaruhi oleh sumber mata airnya. Dimana, berdasarkan wikipedia Aqua memiliki 14 pabrik di seluruh Indonesia. 3 pabrik dimiliki PT. Tirta Investama, 10 pabrik dimiliki PT Aqua Golden Mississippi, dan 1 pabrik lagi PT Tirta Sibayakindo yang ada di Sumatera Utara.

Nah, suatu ketika istri saya pergi ke toko di dekat tempat saya tinggal. Seperti biasa, kami membeli air mineral Aqua 1,5 liter di toko tersebut. Namun pada saat itu tidak seperti biasanya.

“Bu, ada Aqua?”, tanya istri saya.

“Wah, lagi kosong mbak. Oh iya, Aqua itu kan milik Danone, perusahaan asal Amerika. Hasil penjualannya disumbangkan ke israel untuk menghancurkan palestina.. bla.. bla.. bla..”, jawab si penjual dengan sekian penjelasan yang lumayan panjang.

Begitu lapor istri saya setelah balik dari toko tersebut.

Entah apa maksud dan motifnya, dan yang menjadi ganjalan hati kenapa baru bilang setelah stock Aqua yang dijualnya habis? Kenapa tidak dari dulu pertama kali kami beli disana? Hehe

Sesungguhnya, kami sudah mengetahui isu ini sejak dari dulu. Penyebaran isunya sangat strategis, menggunakan isu agama, palestina, kedzoliman dan semacamnya. Dan kalau kita mau lebih jeli sedikit saja, semua itu tidak ada bedanya dengan ujaran kebencian.

Betapa tidak, terlepas benar ataupun tidak. Menyikapi isu tersebut dengan begitu ekstrim akan berakibat fatal terhadap banyak hal, baik pada diri sendiri maupun pada pihak lain. Efek pada kita, kita akan terus tersandera oleh kebiasaan membenci sebab ujaran kebencian tersebut.

Andai saja benar adanya, lalu saya berpikir kenapa pemerintah di Republik ini masih membiarkan produk tersebut beredar? Bahkan, Aqua sendiri sampai meraih Sertifikasi B-Corp sebagai bentuk bahwa perusahaan tersebut tergabung pada Gerakan Gunakan Bisnis untuk Kebaikan. Aqua sendiri mengakui praktik terbaik dan ketaatan dengan standar tertinggi terhadap kinerja sosial dan lingkungan, transparansi dan akuntabilitas.

Dengan menjadi B-CORP, Danone-AQUA bergabung dengan komunitas bisnis yang berkembang pesat di seluruh dunia dan juga di dalam negeri yang bertujuan menggunakan kekuatan bisnis untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan.

Nah, disinilah yang sering terjadi. Kebanyakan dari kita suka menyampaikan hal yang kurang berlandasan, kurang rasional dan akuntabel.

Seandainya memang benar adanya pun, tidak lantas kita juga dibenarkan bersikap ekstrim, sebab akan ada orang-orang yang merasa tersakiti dari saudara-saudara kita. Kita tahu Aqua diproduksi di 14 pabrik, dan kalau kita mau menghitung berapa karyawan yang bekerja disana? Kalau kita tidak membeli produknya, berapa puluh ribu saudara kita akan kehilangan pekerjaan?

Lalu, andai saja isu itu benar. Apa pengaruhnya kepada pihak Aqua apalagi Danone kalau hanya kita seorang atau segelintir kelompok saja yang bertindak? Sedangkan pemerintah masih melegalkan 14 pabrik ini terus beroperasi, dan produknya terus beredar di pasaran? Semua sia-sia, tidak ada efeknya.

Dan kalaupun benar Danone adalah penyumbang dana untuk menghancurkan palestina, lalu apakah lantas Danone bisa berhenti lakukan itu jika Aqua dengan kapasitas produksi 14 pabrik ditutup? Tidak juga, sebab Danone tidak hanya memiliki Aqua saja, tapi masih banyak produk lainnya yang dimiliki oleh Danone, bahkan diberbagai negara di dunia.

Sekali lagi, itu merupakah suatu hal yang sia-sia.

Malahan, lebih baik kita lakukan hal yang lebih berarti dan ada hasilnya. Seperti misalkan pada yang saya alami. Jika saya berpikiran sama dengan orang yang menyampaikan ujaran kebencian tersebut, lalu saya tidak mengkonsumsi air Aqua, padahal ternyata Allah mengirimkan salah satu obat-Nya melalui perantara Aqua, maka saya tidak akan dikehendaki sembuh. Ketika saya tidak sembuh,mungkin saya hanya bisa terbaring saja terus-terusan di tempat tidur.

Namun, dengan perantara Aqua ini ternyata Allah menghendaki saya bisa sembuh, bisa beraktivitas, bisa melakukan suatu hal yang bermakna walaupun tidak besar. Menurut teman-teman lebih baik yang mana?

Memang benar, PT Aqua Golden Mississipi telah diakuisisi oleh Danone pada 4 September 1998 dari pemilik asalnya Lisa Tirto sepeninggal suaminya Tirto Utomo, dan Danone sendiri perusahaan asal Spanyol yang ada di Amerika sekarang. Tapi kenapa dengan alasan segelintir orang (sebagai pemilik saham) kita lantas mengabaikan keberadaan puluhan ribu orang yang bekerja di 14 pabrik tersebut ? Bukankah, sebagai orang Indonesia, lebih bermaslahat agar pabrik tersebut tetap ada, tetap bisa menjadi kran riziqi bagi para pekerja di dalamnya?

Kalau setiap hal yang beraroma non muslim kita hindari, saya yakin hidup di Indonesia bukanah suatu hal yang tepat bahkan di negara manapun saya rasa, kita makan, kita berpakaian, serta kita beribadah sekalipun masih menggunakan fasilitas yang dimiliki atau dibuat oleh orang non muslim. Wallahu a’lam..

Salam, Djie.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s